Traveling Anak Milenial –  Jika dibandingkan, ada perbedaan perilaku bepergian dari Millennial Senior dan Junior. Secara umum, Millennial Senior bepergian untuk menghabiskan waktu bersama keluarga mereka, sementara Millennial Junior Schools ingin menemukan tantangan dan pengalaman baru.

Perencanaan Traveling Anak Millenial

Dalam aspek perencanaan, Millennial Senior lebih siap ketika mereka ingin bepergian. Ini tidak terlepas dari alokasi Millennial Senior Time yang perlu disesuaikan dengan waktu kerja. Senior Millenial juga lebih suka mengundang pasangan atau keluarga untuk berlibur, sedangkan Millenial Juni lebih suka bepergian sendiri atau mengundang teman.

Karena itu, Millennial Junior lebih memilih destinasi liburan ke tempat-tempat baru dan populer karena mereka ingin menambah pengalaman. Sementara itu, para lansia milenium memilih tempat yang dekat dengan tempat mereka tinggal karena keluarga.

SENIOR MILLENIAL

JUNIOR MILLENIAL

28 – 35 tahun 20 – 27 tahun

PERENCANAAN TRAVELING

Senior Millenial lebih prepare, mulai dari durasi waktu, biaya, tiket, tempat menginap, destinasi apa saja yang akan dikunjungi, dll. Junior Millenial suka pergi mendadak, tanpa persiapan, terutama ketika jenuh atau bosan. Mereka bisa mencari tiket 1-2 hari sebelum berangkat, atau mencari tempat menginap ketika sudah di lokasi.

PARTNER TRAVELING ANAK MILENIAL

Senior Millenial lebih suka jalan-jalan bersama keluarga. Sedangkan Junior Millenial pergi sendiri atau bersama teman.

DESTINASI TRAVELING ANAK MILENIAL

Senior Millenial lebih memilih tempat yang dekat dari rumah atau yang nyaman untuk keluarga. Junior Millenial mencari tempat wisata baru, populer, dan memiliki tantangan.

FAKTOR PERTIMBANGAN

Biaya, keluarga, waktu (weekend/ weekday). Waktu jenuh, ada momen tertentu, seperti festival, konser, dll.

sumber: Indonesia Millennial Report 2019 by IDN Times

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

X
X